Wednesday, May 25, 2011

Apa itu ADSL(Asymmetric Digital Subscriber Line)

Asymmetric Digital Subscriber Line disingkat ADSL adalah salah satu bentuk Digital Subscriber Line, suatu teknologi komunikasi data yang memungkinkan transmisi data yang lebih cepat melalui kabel tembaga telepon biasa dibandingkan dengan modem konvensional yang ada.
Karakter yang membedakan ADSL dari xDSL adalah aliran kapasitas data dari satu arah lebih besar daripada arah yang lain atau disebut juga asimetris. Para penyelenggara biasanya memasarkan ADSL sebagai bentuk layanan untuk orang-orang yang berhubungan dengan Internet relatif lebih pasif, yang menginginkan download dari Internet tetapi tidak begitu memerlukan untuk menjalankan server yang tentu saja sangat memerlukan lebar pita yang besar dari segala arah.
Ada dua macam alasan, yaitu teknis dan pemasaran, mengapa ADSL di banyak tempat paling banyak ditawarkan ke pengguna rumahan. Dari sisi teknis, sepertinya ada banyak crosstalk dari sirkuit yang berada di ujung lain letak Digital subscriber line access multiplexer (DSLAM) (di mana biasanya banyak local loop berdekatan menjadi satu) melebihi yang diinginkan pelanggan. Tentunya, sinyal upload terlemah berada pada bagian terbising pada local loop. Itulah yang meyebabkan mengapa dari sisi teknis laju transimisi tampak lebih tinggi dibandingkan dengan laju modem milik pelanggan.
Untuk ADSL konvensional, rata-rata laju downstream dimulai pada 256 kbit/s dan umumnya dapat mencapai 8 Mbit/s pada jarak 1,5 km (5000 ft) dari kantor sentral yang dilengkapi DSLAM atau remote terminal. Rata-rata laju upstream dimulai pada 64 kbit/s dan umumnya dapat mencapai 256 kbit/s dan kadang dapat pula melaju sampai 1024 kbit/s. Nama ADSL Lite biasanya digunakan untuk versi yang lebih lambat.

Pengantar ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)
Mayoritas jaringan yang tergelar sekarang ini menggunakan jaringan kabel tembaga. Karenanya dibutuhkan suatu“injeksi teknologi” untuk meningkatkan kemampuan kabel tembaga dalam mentransmisikan sinyal informasi.

Dalam sepuluh tahun terakhir ini telah dikembangkan sejumlah teknik signal processing untuk meningkatkan bit rate dari transmisi dijital melalui kabel tembaga. Digital subscriber line (DSL) adalah teknologi modem yang menggunakan saluran telepon twisted pair existing untuk mentransmisikan data berpita lebar.

Perkembangan dari DSL ini adalah teknologi xDSL yaitu “seri teknologi broadband” yang memanfaatkan media kabel tembaga untuk mengalirkan layanan/service berpita lebar. Pada akhirnya teknologi xDSL ini menjadi suatu teknologi alternatif yang patut dipertimbangkan secara teknis maupun ekonomis dalam kancah era multimedia.

Perkembangan Teknologi Jaringan Kabel Tembaga 

Kita telah mengetahui modem-modem yang biasa beredar di pasaran (voice-grade data modem) menggunakan kabel tembaga sebagai media transmisi fisiknya atau dapat juga dikatakan menggunakan media transmisi fisik akses tembaga. Voice-grade modem umumnya mempunyai kecepatan transmisi 28,8 kbps melalui saluran telepon biasa. Dua puluh tahun yang lalu, karena keterbatasan di lapangan, kecepatannya hanya berkisar pada 1,2 kbps. Mungkin dulu tidak ada yang percaya bahwa kecepatan modem bisa mencapai kecepatan 33,6 kbps seperti pada saat ini. Bagaimanapun juga voice-grade modem masih belum melewati batas lebar pita 3,4 kHz. Sebagai contoh modem V.34 yang mampu mengalokasikan 10 bit/hz lebar pita, merupakan suatu gambaran yang cukup menarik dan merupakan pengembangan produk teknologi yang berupaya mendekati batas batas teoritis. Bukan hanya itu, modem V.34 mampu mengirim dan menerima data secara simultan dalam pita frekuensi yang sama.
Bahkan saat ini modem US. Robotics dengan teknologi X2TM telah mampu mencapai kecepatan transmisi 56,6 kbps melalui saluran telepon biasa. Hal ini bisa dicapai sebagai hasil perkembangan yang begitu maju dari algoritma komunikasi data, pemrosesan sinyal dijital dan teknologi semikonduktor.

Voice-grade modem beroperasi pada titik pelanggan pada saluran suara biasa dan mentransmisikan sinyal melalui core network (jaringan switching utama). Jaringan memperlakukannya persis sama seperti pada sinyal suara. Ini merupakan keunggulan utamanya, walaupun berkecepatan lebih rendah, namun dapat disambungkan di mana saja asalkan ada saluran telepon yang tersedia.

Keterbatasan lebar pita dari kanal suara terutama bukan dikarenakan oleh saluran pada sisi pelanggan, tetapi disebabkan oleh core network. Filter pada core network membatasi lebar pita pada kanal suara sekitar 4,4 khz. Jika tanpa hambatan dari filter ini maka kabel tembaga (jaringan akses tembaga) mampu melewatkan frekuensi pada daerah Mhz, meski akan mengalami redaman yang cukup besar. Redaman yang akan meningkat berbanding lurus dengan kenaikan frekuensi dan panjang saluran, merupakan faktor pembatas utama dalam peningkatan kecepatan transmisi data.

Sekilas perkembangan teknologi jaringan akses yang memanfaatkan kabel tembaga untuk menyalurkan informasi pita lebar adalah sebagai berikut :

a. Digital Subscriber Line (DSL)
Adalah modem yang biasa digunakan pada layanan ISDN basic rate. DSL akan mentransmisikan data secara duplex (dalam dua arah sekaligus), pada kecepatan 160 kbps melalui kabel tembaga (saluran telepon biasa) dengan rentang sampai 6 km, melakukan multiplex dan demultiplex aliran data ini dalam 2 kanal B (masing-masing 64 kbps), satu kanal D (16 kbps) serta mengikutsertakan beberapa overhead yang diperlukan oleh perangkat terminal. Berdasarkan standar ANSI T1.601 atau ITU I.431 DSL juga menggunakan echo canceller untuk memisahkan sinyal yang diterima yang berasal dari pantulan sinyal yang dikirim. Berikut tabel perkembangan Teknologi DSL :


b. High data rate Digital Subscriber Line (HDSL)
Merupakan teknologi lanjutan dari DSL dan menggunakan 2 twistedpair cooper cable. HDSL cukup baik digunakan untuk menyalurkansinyal T1 atau E1. HDSL menggunakan lebar pita yang lebih sempitdan tidak membutuhkan repeater seperti saluran T1 atau E1 padaumumnya. Biasanya perangkat pada saluran E1 atau T1 menggunakanprotocol AMI (self-clocking Alternate Mark Inversion) danmembutuhkan repeater pada jarak 1000 meter dari sentral dan tiap2000 meter selanjutnya. AMI membutuhkan lebar pita 1,5 MHz pada T1 sedangkan untuk E1 adalah 2 MHz. Dengan menggunakan modulasiyang lebih baik maka HDSL mampu mentransmisikan sinyal padakecepatan 1,544 Mbps atau 2,048 Mbps hanya dengan menggunakan lebar pita 80 kHz sampai 280 kHz, tergantung pada teknik modulasidan pengkodeannya. HDSL mampu menyalurkan sinyal tanpa repeaterpada kabel tembaga sampai sejauh 4 km, tentu saja denganmenggunakan 2 kabel untuk T1 dan 3 kabel untuk E1, yang masing masing beroperasi pada kecepatan separuhnya atau sepertiganya.

Aplikasi tipikal untuk HDSL adalah seperti koneksi PBX, stasiun antenaselular, sistem DLC yang telah cukup matang dalam memberikan layanan dengan bit rate di atas 1 Mbps, dan telah banyak dipakaidalam aplikasi remote LAN access serta internet.

c. Single line Digital Subscriber Line (SDSL)
SDSL akan banyak dibutuhkan pada aplikasi yang memerlukan akses simetris dan karena itu dapat dikatakan bahwa layanan SDSL adalah komplementari dari aplikasi ADSL. Hal yang perlu diperhatikan  bahwa jangkauan dari SDSL tidak akan melebihi 3000 m, di mana pada jarak tersebut ADSL mampu mencapai bit rate 6 Mbps.

d. Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL)
Teknologi ini memiliki bit rate yang berbeda antara arah kirim(upstream) dan arah terima (downstream). Kecepatan upstream-nya berkisar antara 16 kbps hingga 640 kbps, sedangkan kecepatan downstream-nya antara 1,544 Mbps hingga lebih dari 7 Mbps. Karenanya ADSL sangat ideal untuk layanan internet/intranet, video on demand dan remote LAN access. Karena biasanya penggunapengguna aplikasi tersebut lebih banyak membutuhkan menerima informasi/download daripada mengirim informasi.

e. Very high data rate Digital Subscriber Line (VDSL)
Pada awalnya VDSL mempunyai nama Very high data rate Asymmetric Digital Subscriber Line (VADSL) karena mereka menganggap VDSL tidak akan menggunakan transmisi simetris dan sudah pasti asimetris sehingga tak perlu membagi dalam dua nama, VDSL (untuk simetris) dan VADSL (untuk asimetris). VDSL akan menyalurkan data secara asimetris pada kecepatan transmisi yang lebih cepat daripada ADSL dengan panjang saluran yang lebih pendek. Secara umum VDSL diproyeksikan untuk memiliki kecepatan downstream dan upstream sebagaimana diperlihatkan dalam tabel 1. Masih banyak hal yang perlu diperjelas dalam VDSL, baik mengenai standar, service environment, antar muka juga mengenai biaya.

Arsitektur ADSL 
Sirkit ADSL akan saling menghubungkan tiap ujung dari modem ADSL pada saluran telepon biasa (kabel tembaga) dan membuat tiga kanal informasi. Kanal downstream kecepatan tinggi, kanal duplex kecepatan menengah dan kanal POTS. Kanal POTS dipisah oleh modem dijital dengan filter, untuk menjamin uninterrupted POTS. Kanal kecepatan tinggi pada kecepatan 1,544 Mbps – 6 Mbps, dan duplex pada kecepatan 16kbps – 640 kbps. Tiap kanal dapat di submultiplex, sehingga dapat dibentuk multiplikasi kanal-kanal dengan bit rate yang lebih rendah. Berikut tabel karakteristik ADSL berdasarkan kabel yang digunakan :


Kecepatan downstream tergantung oleh beberapa faktor, termasuk panjang dari kabel tembaga, ukuran kabel, kualitas sambungan fisik dari kabel dan interferensi kopling silang. Redaman saluran akan berbanding lurus sesuai pertambahan panjang saluran dan frekuensi, dan akan mengecil bila diameter kabel bertambah. Dengan mengabaikan pengaruh kualitas sambungan maka ADSL mempunyai karakteristik sebagaimana diperlihatkan tabel di atas. Berikut konfigurasi umum ADSL :


Konfigurasi ADSL secara umum adalah sebagaimana diperlihatkan gambar di atas. Digital Subsriber Line Access Multiplexer (DSLAM) adalah perangkat multiplexer pada penyelenggara jasa/sentral, sedangkan pada sisi pelanggan terdapat Customer Premises Equipment (CPE). Keduanya dihubungkan oleh line telepon, di mana di antara keduanya terdapat pots splitter (di sisi penyelenggara/sentral) dan microfilter (di sisi pelanggan) yang berfungsi membagi frekuensi. Frekuensi rendah dialirkan ke line analog, sedangkan frekuensi tinggi adalah untuk service ADSL.
 
Banyak aplikasi akan mendapatkan manfaat dari keunggulan ADSL terutama dalam digital compressed video. Sebagai sinyal real time, sinyal video dijital tidak dapat menggunakan prosedur error control pada level link atau network yang biasanya dipakai dalam sistem komunikasi data yang umum. Sedangkan modem ADSL mampu memberikan forward error corection yang secara dramatis mampu mengurangi error yang diakibatkan oleh impulse noise. Error yang berbasiskan simbol demi simbol juga akan banyak mengurangi kesalahan yang ditimbulkan oleh continuous noise yang terjadi pada saluran. ADSL menggunakan teknologi pengolahan sinyal dijital yang begitu canggih serta menggunakan algoritma yang mampu menciptakan penyaluran data pada kecepatan sangat tinggi melalui kabel tembaga biasa.
 
Teknik line coding yang digunakan adalah Carrierless Amplitude/Phase Modulation (CAP) atau Discrete Multi Tone (DMT). Teknik line coding CAP dan DMT memberi keuntungan di mana sistem lebih tahan terhadap derau / noise atau interferensi. Di samping itu dengan menggunakan DMT, memungkinkan ADSL menjadi rate adaptive (kecepatan transmisi dapat berubah relatif mengikuti performansi jaringan kabel tembaga yang digunakan sebagai media transmisinya). Dengan DMT juga memungkinkan proses inisialisasi jaringan untuk menentukan sampai pada tingkat kecepatan berapa jaringan tembaga dapat mentransmisikan data dengan aman. Sementara pada teknik konvensional, jika performansi kabel turun kualitasnya, maka sinyal yang di modulasi/demodulasi oleh modem akan rusak.

Masa Depan Client Server

Diawal perkembangannya perangkat komputer adalah barang yang mahal dan mewah. Pengembangan dan pengoperasiannya rumit dan terpusat. Namun seiring dengan berjalannya waktu yang tadinya proses tersentralisasi dikembangakan menjadi proses terdistribusi sampai pada end user . Hal ini sangat dipengaruhi oleh adanya perkembangan teknologi LAN ( Local Area Network ) di pertengahan tahun 1980 an.

Dengan LAN sebuah PC dapat melakukan komunikasi satu dengan lainnya dan dapat saling berbagi resource baik perangkat keras ataupun database . LAN mampu memberikan interkonektivitas yang tidak pernah ada sebelumnya. Untuk dapat melakukan hal tersebut dibutuhkan sebuah komputer pemproses yang memfasilitasi dan melayani proses sharing semua resource yang ada. Perangkat ini disebut dengan Server .

Untuk melakukan Sharing File biasanya dibutuhkan sebuah File Server begitu juga untuk sharing Printer dibutuhkan sebuah Printer Server. Namun ternyata hal seperti ini belumlah cukup. Jumlah PC yang bertambah dengan sangat cepat seiring dengan berkembangnya sebuah organisasi. Jumlah end user dan client juga bertambah banyak. Kebutuhan akan perangkat menjadi bertambah pula, tidak hanya membutuhkan sebuah printer server, juga dibutuhkan server-server lainnya seperti server pengolahan gambar, server pengolahan suara, dan lainnya. Server-server ini dengan database dan applikasinya harus dapat diakses oleh beberapa PC, ataupun diakses oleh sebuah komputer mainframe melalui sebuah LAN

Komponen dan Fungsi Sistem Client Server

Gambaran umum konfigurasi Client Server diperlihatkan pada gambar 2. Dengan pendekatan Client Server setiap PC dapat melakukan secara independen sebuah pemrosesan lokal dan mensharing perangkat enterprise melalui LAN. Untuk kasus yang lebih luas kemampuan akses dapat dilakukan melalui MAN ( Metropolita Area Network ) atau WAN ( Wide Area Network ). Sebuah database dan program applikasi enterprise misalnya diletakan pada sebuah server dimana setiap end user dapat melakukan akses melalui Client Processo r, LAN dan Server.

User

User disini adalah end user yang mengakses client untuk mendapatkan sebuah layanan. End user bisa saja seorang manager perusahaan, professional, karyawan di sebuah perusahaan, atau pelanggan. Ada timbul sedikit kerancuan. Pelanggan dalam sebuah bisnis atau perdagangan disebut dengan client , tapi client ini adalah manusia, jangan dibingungkan dengan istilah client pada pemrosesan komputer. Dapat kita katakan sebuah user atau end user adalah ketika melakukan proses akhir menggunakan sistem client server.

Client

Client dapat berupa sebuah pemproses yang powerful atau dapat juga berupa terminal tua dengan kemampuan proses yang terbatas. Secara mendasar client adalah sebuah PC dengan sistem operasinya sendiri. Sebagian besar pemrosesan banyak dilakukan di sebuah server dimana bagian-bagian dalam lingkup pekerjaannya ditentukan oleh program komputer, inilah yang menyebabkan sistem client server berbeda dengan sistem transaksi tradisional. Sistem client server memungkinkan sebuah teknologi dan applikasinya digunakan bersamaan.

Applikasi disini termasuk didalamnya adalah pemroses pesan seperti e-mail, pemproses file lokal seperti DBMS untuk browsing dan penghitungan, atau sharing resource seperti sistem image processing, sistem optical character, sistem advance grafic processing, plotter warna, atau sebuah printer. Perangkat-perangkat ini bisa saja berasal dari berbagai vendor yang ada.

Untuk memfasilitasi query pemprosesan dari client, sebagian besar sistem client server menggunkaan Structured Query Language (SQL) yang merupakan struktur bahasa tingkat tinggi. SQL dengan database relationalnya adalah standar de facto untuk hampir sebagian besar sistem client server. Salah satu komponen terpenting sistem client server adalah User Interface (UI), yang digunakan user untuk berkomunikasi. Bagi user yang seorang programmer, UI tidak mesti user friendly, tapi untuk end user yang bukan programmer sangat dibutuhkan UI yang user friendly. Dibutuhkan Graphical User Interface (GUI) untuk end user karena GUI menampilkan grafis untuk melakukan akses dengan icon-icon tanpa perlu memasukan perintah pemrograman. Kedepannya GUI tidak hanya digunakan untuk menggantikan akses perintah pemprograman tapi juga digunakan untuk grafik, voice, video, animasi, untuk selanjutnya menjadi sebuah teminal multimedia.

Network dan Transmisi

Server dan client dapat terkoneksi dengan sebuah media transmisi. Media transmisi ini dapat berupa kabel, wireless, atau fiber. Dengan media ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk melakukan enterprice network lebih besar dalam sebuah workgroup atau departemen. Untuk itu dibutuhkan interoperability sebagai contoh operasi dan pertukaran informasi yang heterogen melalui berbagai perangkat software dalam jaringan. Esensinya adalah keterbukaan dalam melakukan pertukaran baik komponen dan software yang berasal dari vendor yang berbeda-beda. Dengan interoperability baik vendor dan customer akan mendapatkan keuntungan.

Interoperability memberikan dampak pada arsitektur jaringan. Awal sebuah arsitektur jaringan adalah SNA namun arsitektur ini bersifar proprietary dan tidak terbuka dengan vendor lainnya. Kemudian sebagian besar orang beralih ke OSI yang di standarkan oleh ISO ( International Standards Organization ). OSI banyak di gunakan di Eropa namun kurang berkembang di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat muncul TCP/IP yang kemudian di dukung oleh Unix User Group.


Servers

Konektivitas adalah hal yang terpenting namun bukan satu-satunya faktor untuk mendapatkan efisiensi dan efektivitas sharing resource yang dimiliki. Dibutuhkan sebuah perangkat yang memiliki kemampuan mengontrol software, menjalankan program applikasi, dan mengakses database dengan mudah dan cepat. Untuk itulah diperlukan sebuah Server. Sebuah Server harus mendukung spesifikasi yang mendukung resource sharing seperti Network Server Operating System, Multiple User Interface, GUI ( Graphic User Interface ), dialog oriented cleint – server languange seperti SQL dan database arsitektur. Saat ini resuorce bisa tersebar secara spasial tidak hanya berada dalam batasan sebuah negara namun sudah antar negara yang membutuhkan interkoneksi yang tinggi.

Beberapa software dapat diperoleh dari vendor atau software house. Software tersebut bisa bersifat mainframe centric (sentral) atau PC server centric. Namun selain semua hal yang tersedia pada paket software tersebut tetap dibutuhkan in house sofware development. Juga perlu untuk mengintegrasikan sistem client server dengan sistem informasi yang telah ada dan menggunakan sistem tersebut tidak hanya sebagai end user tapi juga bekerja diantara group end user.

Server melakukan pemprosesan mirip dengan pemrosesan yang ada disisi client. Namun ada sedikit perbedaan, biasanya sebuah server tidak mempunyai User Interface karena didesain untuk networking, memproses database dan memproses applikasi. Pembeda antara pemrosesan client dan server ada pada tanggungjawab dan fungsi dari pemrosesan yang dilakukan. Sebagai contoh sebuah server dapat bertindak sebagai repository dan penyimpanan informasi dalam kasus pada file server. Tipe dari Server tergantung pada kebutuhan dan tujuan sistem. Dalam beberapa kasus sebuah server harus mampu melakukan multitaskting (membentuk multi fungsi secara simultan), menggunakan multiple operating system, lebih portable, memiliki skalabilitas, dan memiliki waktu respon yang cepat untuk melakukan teleprosesing . Dengan kapabilitas seperti itu menjadikan server memiliki harga yang relatif mahal. Penyebab mahalnya harga server adalah :

  1. Network Management
  2. Gateway function termasuk akses keluar dan e-mail publik
  3. Penyimpanan
  4. File Sharing
  5. Batch processing
  6. Bulletin Board access
  7. Facsimile transmission
Pemrosesan Database

Beberapa prinsip pemrosesan data pada server termasuk didalamnya adalah integritas, sekuriti, dan recovery data. Enterprise data yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan membutuhkan sebuah integrasi, pengaksesan data yang di kendalikan dan kelola dengan securiti yang baik, dan recovery data dapat dilakukan jika terjadi kegagalan sistem.

Beberapa data management dilakukan secara otomatis. Biasanya dilakukan oleh DBMS yang berada di Server yang mengontrol akses diantara pemprosesan multiple sistem dan mengintegrasikan akses data melalui network management.

Pemrosesan Applikasi

Data digunakan oleh program applikasi yang mana sebagian besarnya berada di server. Ada beberapa applikasi client server yang disediakan oleh vendor. Tools applikasi ini menjadikan pengembangan sistem client-server menjadi lebih kompetitif. Pengembangan applikasi client-server dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni :
  • Fungsi pemprosesan didistribusikan diantara client dan server. Porsi dari client dijalankan oleh end user dengan menggunakan bahasa pemrograman database seperti SQL yang memberikan semacam request data dan kemudian mengekstrak data tersebut dari lokasinya dimana semua proses tersebut dikontrol oleh sistem operasi.
  • UI dan GUI menjadi lebih sering digunakan karena tingkat kemudahan penggunaan menjadi lebih penting.
  • Digunakannya Advance networking seperti LAN
  • Code generator juga digunakan, Metodelogi Objeck Oriented akan menambah tingkat penggunan.
  • Tools pengembangan seperti SQL Server, FLOWMARK, Progress, ObjectView, Oracle menjadi sangat diperlukan
Ketika sebuah applikasi diproses dan permintaan akan data dilakukan oleh client, maka hasilnya dikirimkan melalui LAN. Hasil dari applikasi tersebut dapat saja dilakukan perubahan bentuk untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik. Semuanya ini dilakukan di sisi client oleh end user melalui UI (User Interface) 

client server

Client Server




Client-server computing adalah suatu pendekatan bagi penggunaan Jaringan komputer yang didasarkan pada konsep bahwa sebagian fungsi paling baik ditangani secara lokal dan sebagian paling baik ditangani secara terpusat. Terlihat bahwa client-server merupakan campuran antar timesharing yang terpusat dan distributed processing yang menekankan pemrosesan lokal. Client server dapat mencakup WAN tetapi konfigurasi dasarnya terdiri dari satu atau beberapa LAN
Pada jaringan client-server yang umum, pemrosesan aplikasi dibagi atas beberapa client dan satu atau beberapa server. Client adalah pemakai yang mengakses jaringan melalui komputer destop. Server dap berupa komputer jenis apapun yang menyediakan fungsi pengendalian bagi Jaringan komputer.
Jika jaringan client-server diterapkan dengan configurasi yang canggih, system apapun dalam jaringan dapat mengakses dan menggunakan system lain yang tersedia. Dengan cara ini kapasitas yang tidak digunakan dari suatu destop dapat digunakan oleh destop lain yang berada dalam jaringan. Atau pekerja dapat diturunkan (downloaded) ke destop dari server.
Perhatian pada client-server computing saat ini merupakan hasil dari berbagai daya teknologi, ekonomi dan organisasi yang bekerjasama. Daya teknologi mencakup kemajuan dalam perkembangan komputer mikro dan teknologi transmisi data, system manajemen database yang disesuaikan untuk penggunaan jaringan. Daya ekonomi diterapkan pada penggunaan sumberdaya informasi yang efisien. Daya organisasi ditimbulkan oleh end-user computing.
Pada lingkunganclient-server, spesialis informasi berfokus pada aplikasi-aplikasi utama yang berjalan di server, dan pemakai pengembangan aplikasi yang berjalan di destop mereka. Agar manfaat client-server bermanfaat sepenuhnya, aplikasi harus dikembangkan secara khusus untuk berjalan dalam lingkungan ini.
Saat ini hampir semua perusahaan besar, sedang dalam proses mengubah aplikasi mereka dari mainframe ke lingkungan client-server, namun para CIO mendekati perubahan itu dengan berhati-hati karena mereka menyadari bahwa biaya-biaya sebenarnya dari client-server belum sepenuhnya dipahami. Walau client-server tidak diragukan lagi merupakan gelombang masa depan, pendekatan ini tidak diharapkan menjauhi mainframe.
Komponen dan Fungsi Sistem Client Server
Dengan pendekatan Client Server setiap PC dapat melakukan secara independen sebuah pemrosesan lokal dan mensharing perangkat enterprise melalui LAN. Untuk kasus yang lebih luas kemampuan akses dapat dilakukan melalui MAN ( Metropolita Area Network ) atau WAN ( Wide Area Network ). Sebuah database dan program applikasi enterprise misalnya diletakan pada sebuah server dimana setiap end user dapat melakukan akses melalui Client Processor, LAN dan Server.
User
User disini adalah end user yang mengakses client untuk mendapatkan sebuah layanan. End user bisa saja seorang manager perusahaan, professional, karyawan di sebuah perusahaan, atau pelanggan. Ada timbul sedikit kerancuan. Pelanggan dalam sebuah bisnis atau perdagangan disebut dengan client , tapi client ini adalah manusia, jangan dibingungkan dengan istilah client pada pemrosesan komputer. Dapat kita katakan sebuah user atau end user adalah ketika melakukan proses akhir menggunakan sistem client server.
Client
Client dapat berupa sebuah pemproses yang powerful atau dapat juga berupa terminal tua dengan kemampuan proses yang terbatas. Secara mendasar client adalah sebuah PC dengan sistem operasinya sendiri. Sebagian besar pemrosesan banyak dilakukan di sebuah server dimana bagian-bagian dalam lingkup pekerjaannya ditentukan oleh program komputer, inilah yang menyebabkan sistem client server berbeda dengan sistem transaksi tradisional. Sistem client server memungkinkan sebuah teknologi dan applikasinya digunakan bersamaan.
Aplikasi disini termasuk didalamnya adalah pemroses pesan seperti e-mail, pemproses file lokal seperti DBMS untuk browsing dan penghitungan, atau sharing resource seperti sistem image processing, sistem optical character, sistem advance grafic processing, plotter warna, atau sebuah printer. Perangkat-perangkat ini bisa saja berasal dari berbagai vendor yang ada.
Untuk memfasilitasi query pemprosesan dari client, sebagian besar sistem client server menggunkaan Structured Query Language (SQL) yang merupakan struktur bahasa tingkat tinggi. SQL dengan database relationalnya adalah standar de facto untuk hampir sebagian besar sistem client server. Salah satu komponen terpenting sistem client server adalah User Interface (UI), yang digunakan user untuk berkomunikasi. Bagi user yang seorang programmer, UI tidak mesti user friendly, tapi untuk end user yang bukan programmer sangat dibutuhkan UI yang user friendly. Dibutuhkan Graphical User Interface (GUI) untuk end user karena GUI menampilkan grafis untuk melakukan akses dengan icon-icon tanpa perlu memasukan perintah pemrograman. Kedepannya GUI tidak hanya digunakan untuk menggantikan akses perintah pemprograman tapi juga digunakan untuk grafik, voice, video, animasi, untuk selanjutnya menjadi sebuah teminal multimedia.
Network dan Transmisi
Server dan client dapat terkoneksi dengan sebuah media transmisi. Media transmisi ini dapat berupa kabel, wireless, atau fiber. Dengan media ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk melakukan enterprice network lebih besar dalam sebuah workgroup atau departemen. Untuk itu dibutuhkan interoperability sebagai contoh operasi dan pertukaran informasi yang heterogen melalui berbagai perangkat software dalam jaringan. Esensinya adalah keterbukaan dalam melakukan pertukaran baik komponen dan software yang berasal dari vendor yang berbeda-beda. Dengan interoperability baik vendor dan customer akan mendapatkan keuntungan.
Interoperability memberikan dampak pada arsitektur jaringan. Awal sebuah arsitektur jaringan adalah SNA namun arsitektur ini bersifar proprietary dan tidak terbuka dengan vendor lainnya. Kemudian sebagian besar orang beralih ke OSI yang di standarkan oleh ISO ( International Standards Organization ). OSI banyak di gunakan di Eropa namun kurang berkembang di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat muncul TCP/IP yang kemudian di dukung oleh Unix User Group.
Servers
Konektivitas adalah hal yang terpenting namun bukan satu-satunya faktor untuk mendapatkan efisiensi dan efektivitas sharing resource yang dimiliki. Dibutuhkan sebuah perangkat yang memiliki kemampuan mengontrol software, menjalankan program applikasi, dan mengakses database dengan mudah dan cepat. Untuk itulah diperlukan sebuah Server. Sebuah Server harus mendukung spesifikasi yang mendukung resource sharing seperti Network Server Operating System, Multiple User Interface, GUI ( Graphic User Interface ), dialog oriented client – server languange seperti SQL dan database arsitektur. Saat ini resuorce bisa tersebar secara spasial tidak hanya berada dalam batasan sebuah negara namun sudah antar negara yang membutuhkan interkoneksi yang tinggi.
Beberapa software dapat diperoleh dari vendor atau software house. Software tersebut bisa bersifat mainframe centric (sentral) atau PC server centric. Namun selain semua hal yang tersedia pada paket software tersebut tetap dibutuhkan in house sofware development. Juga perlu untuk mengintegrasikan sistem client server dengan sistem informasi yang telah ada dan menggunakan sistem tersebut tidak hanya sebagai end user tapi juga bekerja diantara group end user.
Server melakukan pemprosesan mirip dengan pemrosesan yang ada disisi client. Namun ada sedikit perbedaan, biasanya sebuah server tidak mempunyai User Interface karena didesain untuk networking, memproses database dan memproses applikasi. Pembeda antara pemrosesan client dan server ada pada tanggungjawab dan fungsi dari pemrosesan yang dilakukan. Sebagai contoh sebuah server dapat bertindak sebagai repository dan penyimpanan informasi dalam kasus pada file server. Tipe dari Server tergantung pada kebutuhan dan tujuan sistem. Dalam beberapa kasus sebuah server harus mampu melakukan multitaskting (membentuk multi fungsi secara simultan), menggunakan multiple operating system, lebih portable, memiliki skalabilitas, dan memiliki waktu respon yang cepat untuk melakukan teleprosesing . Dengan kapabilitas seperti itu menjadikan server memiliki harga yang relatif mahal.

Memasang Perisian Sistem Pengoperasian

DEFINISI SERVER
server merupakan program komputer yang menyediakan perhidmatan kepada komputer lain dan penggunanya, di dalam komputer yang sama ataupun pada komputer yang lain.
unit komputer yang menjalankan program server selalunya dikenali dan dirujuk sebagai server.
servis boleh diasgihkan secara berpusat dengan menggunakan server,dimana dalam kes-kes tertentu ,semua mesin(komputer) di dalam rangkaian menpunyai status yg sama tanpa kewujudan sesuatu server.dalam konteks ini,servis diagihkan secara peer-to-peer/p2p(komputer ke komputer).
SERVER DALAM KONTEKS PERISIAN(SOFTWARE)
server digunakan sebagai adjektif,seperti mana di dalam server operating system.merujuk kepada kemampuan produk untuk melakukan pelbagai permintaan,digelar sebagai “Server-Grade”. server operating system adalah pilihandan yang terbaik untuk menjalankan semua aplikasi server. perbezaan antara server dan workstation sesuatu produk boleh dilihat dari isu halangan perisian dengan isu perlesenan.contohnya winsows 2000 dan Mac OS X Server.
SERVER DALAM KONTEKS PERANTI(HARDWARE)
server boleh dirujuk kepada komputer yang telah dicipta untuk menjalankan aplikasi server yang tertentu.sebagai contoh,sekiranya perisian apache HTTP server digunakan sebagai server web untuk syarikat laman web, komputer yang diinstal dengan software apache itu juga dikenali sebagai server web.aplikasi server boleh membahagikan tugasan antara server-server komputer pada tahap penggunaan melampau,juga bergantung kepada bebanan kerja.
server juga digelar untuk komputer yang dicipta khusus untuk menjalankan aplikasi server dalam bebanankerja yang berat,juga dikenali sebagai unit yang beroperasi tanpa gangguan dan dalam sesuatu jangka masa. ketika sesetengah workstation mampu untuk bertindak sebagai server sebenarnya mempunyai kelebihan dan keistimewaan terhadap ciri-cirinya yang menjadikannya lebih sesuai.
faktornya dapat dikenalpasti dari:
  • CPU dengan kelajuan tinggi
  • RAM yang tinggi dan lebih banyak
  • pemacu cakera liut(Hard Disk)yang punyai ruangan sinpanan yang besar
ini juga termasuk kemampuan bekalan kuasa yang tinggi,sambungan rangkaian,ruangan storan tambahan yang besar juga ciri yang terkini sehingga ia digelar blade server sepertimana sering digunapakai di firma-firma server.
aplikasi server merujuk kepada aplikasi peranti yang tersambung dengan rangkaian yang menyediakan servis yang terarah,menjurus kepada rangkaian.ini dapat dikenalpasti dengan pangabungan peranti dan perisian dalam satu sistem yangtidaklah dicipta secara berat contohnya google search appliance.aplikasi ini dijangka untuk bekerja di luar dari sistem dengan sedikit pengubahsuaian dan kadangkala memberi kredit kepada syarikat atau pencipta asal aplikasi tersebut.aplikasi yang ringkas ini termasuklah switch,router,gateway dan server pencetak(print-server).
PERANTI SERVER(SERVER HARDWARE)
Kehendak peranti(hardware requirement) untuk sesuatu server asdalah berlainan dan bergantung kepada aplikasi server.kelajuan CPU yang tinggi sebenarnya bukanlah kritikal kepada server tetapi lebih kepada sistem dekstop.tugas server dalam memberikan servis kepada ramai pengguna dalam sesuatu rangkaian akan menyebabkan perubahan terhadap kehendak server tersebut.ianya memerlukan sambungan rangkaian yang lebih laju dan kemampuan aliran input dan output yang tinggi.memandangkan server selalunya diakses melalui rangkaian,ianya selalunya tidak lengkap sepertimana komputer kerana tanpa monitor dan peranti input.proses yang tidak diperlukan oleh server lazimnya tidak digunakan.kebanyakkan server tidak menggunakan antara-muka grafik (GIU) kerana hasilnya tidak diperlukan. begitu juga dengan fungsi audio dan USB.
server selalunya berjalan dalam tempoh masa yang panjang tanpa gangguan dan kewujudan mestilah dalam kesediaan yang tinggi,kebolehan hardware yang maksimum dan ketahanan kepadasuasana ektrem adalah penting.sungguhpun server boleh dibina dari alatan komoditi,server yang dibina khas adalah lebinh baik dengan kegagalan fungsi yang rendah dalam usaha memaksimumkan kepegunan server.sebagai contoh,server harus dan semestinya mempunyai kelajuan yang tinggi,kapasiti HDD yang besar,kipas yang banyak dan bessar atau sistem penyejukan cecair untuk menyah-haba dan bekalan kuasa yang tidak mudah tergangu untuk memastikan server terus berfingusi walaupun dengan masalah bekalan elektrik.
server selalunya diletakan di dalam rak dan terletak di dalam bilik server untuk keselesaan dan tujuan keselamatan daripada penceroboh secara fizikal.
kebanyakan server mengambil masa yang panjang untuk semua hardware untuk dihidupkan dan masuk ke dalam sistem operasi.server selalunya melakukan perboot memory testingyang panjang dan memerlukan verifikasi dan aturan remote menagement service.kesemua pemacu cakera keras akan dimulakan secara berpe ringkat untuk tidak menambah beban kepada bekalan kuasa dan kemudiannya ia akan memulakan RAID system Pre-Check untuk membetulkan sebarang pertindihan operasi.ianya nampak pelik sekiranya dilihat mesin memerlukan masa yang lama untuk bermula tetapi ia mungkin tidak perlu di-restart selama berbulan ataupun bertahun.
SREVER DALAM KEHIDUPAN HARIAN
mana-mana komputer atau peranti yang menyediakan aplikasi dan servis boleh digelar sebagai server.di dalam pejabat, atau persekitaran syarikat,server rangkaian amat mudah untuk dikenalpasti.DSL ataupun Router Modem Kabel juga layak dipanggil server kerana ia menyediakan komputer kepada aplikasi dan servis seperti pengagihan IP Adress melalui DHCP dan NAT, dimana firewall membantu menyelamatkan komputer dari ancaman luar.iTuens merupakan contoh server muzik yang dapat memainkan muzik secara streaming antara komputer. kebanyakan pengguna persendirian dan home user mencipta shared folder dan pencetak. antara contohnya juga terdapat banyak server peribadi untuk hosting permainan dalam talian seperti,World of Warcraff:Dota Online,Counter-Strike,Red Alert dan aplikasi melalui PS3 dan X-Box360 yang menjadi hosting terbesar dalam industri permainan virtual.
DEFINISI PELANGGAN(CLIENT)
pelanggan ataupun client adalah aplikasi atau sistem yang mengakses servis kawalan pada sistem komputer yang lain iaitu server melalui perantaraan rangkaian.istilah ini adalah pertamanya terarah kepada peranti yang tidak mampu menjalankan stand-alona program secara sendiri tetapi dapat berinteraksi dengan komputer lain melalui rangkaian,terminal ini merupakan client kepada time sharing mainframe komputer.
model client-server (pelanggan pelayan)masih lagi digunakan hari ini di dalam internet di mana pengguna boleh berhubung kepada sesuatu servis yang beroperasi di dalam remote sistem melalui protokol internet. pelayar web adalah client yang menghubungkan ia ke server web dal laman web untuk dipaparkan. kebanyakan pengguna menggunakan client e-mail untuk membuka e-mail mereka daripada storan server e-mail penyedia perhidmatan internet.
sembang online(online chat) menggunakan pelbagai variati client yang berbeza mengikut protokol chat yang digunakan .client permainan (game client)pula merujuk kepada perisian permainan yang ada di dalam pemaonan yang membolehkan fungsi multiplayer online untuk komputer.
kini, semakin banyak peningkatan dalan dunia IT dimana client-client besar yang sedia ada bertukar kepada laman web,membina pelayar yang menjadikan mereka universal client.ini adalah untuk mengelakkankesukaran muat turun perisian yang menpunyai saiz yang besar kepada komputer yang ingin menggunakan aplikasi itu. contonnya untuk kes ini adalah peningkatan webmail.
JENIS-JENIS PELANGGAN

  1. Fat Client
  2. Thin Client
  3. Hybrid client
Fat client
Fat Client (juga dikenali sebagai thick client atau rich client) adalah client yang menjalankan banyak data secara sendirian dan tidak semestinya bergantung kepada server.Fat Client adalah sesuatu yang biasa di dalam aspek komputer peribadi(PC) dimana PC dan komputer bimbit boleh berfungsi secara bebas. persekitaran pengaturcaraan untuk client inti termasuklah curl,Delphi,Droplets,Net,Java,Win32 dan X11
Thin Client
Thin Client pula adalah sedikit dari jajaran client. Thin Client menggunakan sumberkepada komputer hos.tugas thin client ialah secara umumnya untuk memamparkan gambar yang disediakan oleh aplikasi server dimana ianya menjalankan sekumpulan dari data keperluan yang telah diproses.persekitaran pengaturcaraan untuk thin client termasuklah java script/AJAX,ASP,JSP,Runyon Rails,Python’s Django,PHP dan lain -lain bergantung kepada keperluan server dan menggunakan paparan HTML atau rich media seperti Flash,Dlex,Slivelight pada client.
HYBRID CLIENT
Hybris Client pula adalah campuran kepada dua model client terdahulu.hampir menyerupai fat client,ianya diproses secara lokal tetapi bergantung kepada server untuk simpanan data.cara ini menawarkan ciri dasi fat client (sokongan multimedia,prestasi tinggi) dan thin client (feksibiliti dan pengurusan yang tinggi)..
JENIS-JENIS SISTEM PENGOPERASIAN
Sesetengah sistem operasi popular untuk server seperti Free BSD,Solaris dan Linux adalah dicipta dari ataupun hampir menyerupaiUNIX.UNIX adalah asalnya sebuah operasi sistem mini-komputer dan sebagai server menggantikan mini-komputer tradisional.UNIX adalah lebih logikal dan efisyen dalam pilihan sebagai sistem operasi server.sistem operasi beasaskan UNIX yang mana banyak diantaranya adalah percuma dalam segala hal,adalah lebih popular.
sistem perisian berasaskan server dilihat menpunyai sesuau ciri yang umum yang menjadikan ianya sesuai dengan persekitaran server seperti:
  • paparan Antara-Muka (GUI) tiada ataupun optinal
  • berkebolehan untuk diatur-semula dan dikemaskinikan peranti dan perisiannya tanpa perlu di restart.
  • kebolehan simpanan dan storan backup yang terkini untuk membenarkan online backup untuk data kritikal secara berterusan.
  • pemindahan data yang turus antara drive dan volumen
  • kemampuan automasi seperti daemons dalam UNIC fan servis dalam Windows.
  • sistem keselamatan yang ketat dilengkapi dengan pengguna lebihan, sumber,data dan perlindungan memori.
sistem operasi berasaskan server dalam kebanyakan kes boleh berinteraksi dengan pengesan peranti untuk mengesan kondisi seperti lebihan suhu ,pemprosesan utama dan kegagalan cakera dan mengeluarkan amaran kepada operator untuk mengambil langkah mengikut ukuran dan pertimbangan sendiri.
server mesti menyalurkan servis yang mengikut tahap yang ditetapkan untuk melayan ramai pengguna manakala komputer dekstop pula mesti membawa pelbagai fungsi yang dikehendaki oleh penggunanya.oleh kerana itu,kehendak sistem operasi sistem untuk server adalah berbeza dengan sistem yang digunakan pada komputer biasa.
ketika ianya adalah mampu untuk setiap sistem operasi untuk menjadikan mesin memberikan servis dan respon yang cepat kepada kehendak pengguna,ia adalah kebiasaan untuk menggunakam kelainan antara sistem operasi pada server dan mesin dekstop dengan paparan visual yang sama.
versi desktop kepada sistem operasi Windows dan Mac OS X adalah dicipta pada abad minoriti server.sistem operasi dominan antara server adalah berasaskan UNIX dan bersifat penyebaran kernel sumber terbuka (open-source OS).
kelahiran server berasaskan microprocessor telah di filitasikan dengan pembangunan UNIX untuk diselarikan dengan ciri arkitektur microprocessor x86.keluarga sistem operasi Microsoft Windows juga berjalan pada sistem peranti x86 dan sejak itu,Windows NT juga dihasilkan bersesuaian untuk kegunaan server.
ketika fungsi sistem operasi server dan desktop masih menjadi terhad,peningkatan terhadap kebolehan antara peranti dan sistem operasi telah menjadi kabur dan tidak jelas.pada hari ini ,kebanyakan sistem desktop dan server berkongsi dengan kod asas yang sama, sekadar berbeza dalam konfigurasi.perubahan terhadap aplikasi web dan platform peranti perantara juga mengurangkan kehandak terhadap kepakaran aplikasi server..